
Pengamatan OPT dan TMA pada Demplot Panca Kelola Pertanian Ramah Lingkungan
Sebagai bagian dari upaya mewujudkan pertanian yang berkelanjutan, pengamatan terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan Tinggi Muka Air (TMA) dilakukan secara rutin pada demplot Panca Kelola Pertanian Ramah Lingkungan. Pengamatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi pertanaman tetap optimal, mengidentifikasi potensi gangguan hama dan penyakit sedini mungkin, serta menjaga keseimbangan ekosistem lahan pertanian.
Dalam pengamatan OPT, dilakukan identifikasi jenis hama dan penyakit yang berpotensi menurunkan produktivitas tanaman. Pendekatan pengendalian hayati dan pengelolaan terpadu (IPM/Integrated Pest Management) diterapkan untuk menekan populasi OPT tanpa bergantung pada pestisida kimia. Beberapa metode yang digunakan antara lain pemanfaatan musuh alami, rotasi tanaman, dan penggunaan varietas tahan hama.
Sementara itu, pengukuran Tinggi Muka Air (TMA) menjadi aspek penting dalam pengelolaan air yang efisien, terutama untuk sistem pertanian beririgasi. Pengamatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan air yang cukup bagi tanaman tanpa menyebabkan kelebihan air yang dapat memicu penyakit akar dan menurunkan hasil panen. Dengan pemantauan yang rutin, keseimbangan kadar air di lahan dapat dijaga, mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih sehat dan produktif.
Penerapan metode Panca Kelola, yang mencakup pemanfaatan biokompos (biochar+kompos), biopestisida, UAA (Urea berlapis arang aktif), pengaturan air, dan varietas rendah emisi gas rumah kaca, menjadi kunci utama dalam mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan. Dengan pendekatan ini, diharapkan produktivitas pertanian tetap tinggi, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan petani.
Melalui pengamatan lapang yang sistematis dan berbasis teknologi, demplot Panca Kelola tidak hanya menjadi lahan pertanian produktif, tetapi juga sebagai wahana edukasi dan model bagi pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan dan iklim.